Timber by EMSIEN-3 LTD
Sabtu, 29 Agustus 2015

KERINJING ‘PIKAT’ WARGA LUAR PAGARALAM

KERINJING ‘PIKAT’ WARGA LUAR PAGARALAM

Written By: Super User | Published: August-28-2015 | Category: Berita Utama
Tagged Under:

Pagaralam - Ada gula ada semut. Pepatah ini rasanya pas untuk menggambarkan kondisi penduduk di dusun Kerinjing, kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara. Dengan tanah yang subur, membuat banyak warga luar Pagaralam datang untuk mencari penghidupan di dusun ini. Ketua RW dusun Kerinjing, Tedi mengakui, jika banyak warga datangan di dusunnya. Umumnya warga datangan tersebut berasal dari daerah Bandung Jawa Barat. “Sudah sekitar 10 tahun belakangan, warga datangan itu ada di dusun Kerinjing ini,” ucap Tedi, saat dihubungi Pagaralam Pos, kemarin, (2/8). Menurut Tedi, warga tersebut datang untuk sekedar bertahan hidup. Secara kebetulan, kata Tedi, warga datangan tersebut memang memiliki keahlian di bidang cocok tanam sayuran. “Mungkin, di tempat asalnya sudah tidak lagi lahan pertanian. Jadi mereka datang ke sini untuk mencari pengahasilan dengan cara jadi buruh tani,” imbuh dia. Karena itu lanjut Tedi, kedatangan warga luar tersebut kebanyakan tidak permanen, alias tidak menetap. Umumnya jika tidak sedang musim tanam dan panen, mereka akan kembali ke daerah asalnya. “Seperti sekarang, kan lagi musim panas. Jadi, banyak yang pulang lagi ke kampung halamannya,” bebernya. Namun demikian, ada juga yang menetap alias berdomisili permanen di dusun Kerinjing. “Untuk jumlah warga yang sudah berdomisili tetap di dusun ini saya belum tahu persis. Sebab, sudah lama tidak didata ulang,” jawab Tedi, saat ditanya mengenai jumlah penduduk datangan yang sudah beridentitas Pagaralam. Sementara itu, berdasarkan catatan kelurahan Agung Lawangan, di dusun Kerinjing terdapat kurang lebih 100 kepala keluarga (KK) warga datangan. “Ada yang sudah berKTP Pagaralam ada yang belum,” tutur Lurah Agung Lawangan, Rudiansyah SSos MSi. Namun Rudi meyakini, jumlah tersebut bisa saja mengalami pengurangan ataupun penurunan. Karenanya, pihaknya akan mendata ulang keberadaan warga datangan tersebut. “Nanti kita akan minta RT/RW setempat untuk melakukan pendataan ulang,” tegas Rudi. Ketua Komisi I DPRD Kota Pagaralam, Abdul Fikri Yanto SThI MAg mengatakan, prinsipnya pihaknya tidak menolak kedatangan warga dari luar di dusun Kerinjing. Apalagi jika warga luar tersebut datang dengan tujuan untuk mencari bekerja sebagai buruh tani. Namun tegas Fikri, yang sangat penting adalah agar warga datangan tersebut dapat tertib dengan aturan. “Minimalnya mereka harus melapor dengan RT/RW setempat, ketika datang ataupun ke luar lagi dari Pagaralam,” tuturnya. Fikri menambahkan, pihaknya akan mendorong agar pihak terkait seperti Disdukcapil untuk melakukan pendatatan ulang terhadap warga datangan di Dusun Kerinjing. Semua itu jelas dia, agar jumlah warga datangan tersebut bisa diketahui dengan jelas.   Dihubungi terpisah, pengamat kebijakan publik Pagaralam, Musridi Muis SH MSi, menilai kedatangan warga dari luar ke Pagaralam tidak perlu dipersoalkan terlalu berlebihan. Sebab, mereka kata Musridi, umumnya datang untuk menjadi buruh tani lepas. Karenanya, status kependudukan mereka tidak perlu dipaksakan jadi warga Pagaralam. “Kalau sekedar didata berapa jumlahnya, saya kira tidak jadi soal,” pungkas Musridi. (02-08/CE-V)

KEMARAU TAK GANGGU ALIRAN LISTRIK

KEMARAU TAK GANGGU ALIRAN LISTRIK

Written By: Super User | Published: August-28-2015 | Category: Berita Utama
Tagged Under:

Pagaralam­ - Musim kemarau tak membuat PT PLN (Persero) Rayon Pagaralam khawatir. Perusahaan pelat merah tersebut memastikan, musim kering tersebut tidak akan mengganggu aliran listrik. “Sejauh ini, efek dari musim kemarau tidak mengganggu aliran listrik,” ucap Manager PLN Rayon Pagaralam, Iliyas, melalui Supervisor Teknik, Welly Adrian, saat dimintai pendapatnya, kemarin, (2/8). Umumnya, musim kemarau di Pagaralam menyebabkan kebakaran lahan. Namun, Welly panggilan akrab Welly Adrian, juga mengaku tidak khawatir. Sebabnya, menurut dia kebakaran lahan yang terjadi selama ini lokasinya jauh dari jaringan listrik. Meskipun begitu, lanjut dia, jika memang terjadi kebakaran lahan di dekat jaringan listrik, pihaknya akan melakukan antisipasi. Salahsatu caranya adalah memadamkan sementara aliran listrik. “Tapi berdasarkan pengalaman kita tahun-tahun sebelumnya, lokasi kebakaran lahan jauh dari jaringan kita,” imbuhnya. Bagaimana jika musim penghujan? Menurut Welly, musim penghujan cukup rentan menimbulkan gangguan. Itu kata dia, terjadi karena adanya layang-layang yang melekat di jaringan listrik. “Saat musim hujan layang-layang yang melekat di jaringan terus bergeser. Ujungnya akan mendekati topi isolator. Inilah yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan listrik,” ulasnya.   Terkait dengan datangnya musim penghujan, PLN juga telah mengantisipasinya. Rencananya, hari ini (Senin) petugas akan memasang topi isolator di kawasan kota Pagaralam. “Besok (hari ini), petugas dari Lahat akan memasang topi isolator di kawasan pasar Pagaralam. Ini juga terkait dengan keandalan sistem untuk menghadapi musim penghujan nanti,” jelas Welly. (02-08/CE-V)

PEMBUATAN NA MENINGKAT DRASTIS

PEMBUATAN NA MENINGKAT DRASTIS

Written By: Super User | Published: August-28-2015 | Category: Berita Utama
Tagged Under:

Pagaralam – Pembuatan NA di Kantor Kelurahan Bangun Rejo, Kecamatan Pagaralam Utara, bulan Juni dan Juli 2015 meningkat drastis, dibanding bulan lainnya. Sebab, kebanyakan warga banyak yang melangsungkan pernikahan setelah hari raya idul fitri seperti sekarang ini. Dikatakan Lurah Bangun Rejo, A. Fakri SE ketika dikonfirmasi, berdasarkan data yang ada di Kelurahan, masyarakat yang membuat NA dua bulan terakhir ini, yaitu Juni dan Juli, sudah mencapai 23 warga. “Jumlah ini, tentunya hampir 10 kali lipat dibanding dengan bulan lainnya,” jelasnya. Soalnya, lanjut A Fakri, banyak masyarakat yang melangsungkan pernikahan usai lebaran, dimana keluarga besar masih banyak terkumpul setelah merayakan hari raya kemenangan bersama. “Karena itulah, tak heran jika sekarang ini banyak tenda yang ditemui di sepanjang jalan, acara warga yang melangsungkan resepsi pernikahan yang dimaksud,” ungkapnya.   Jumlah pembuatan NA ini sambungnya, akan mengalami penurunan lagi (kembali normal, red), sudah memasuki September mendatang, bahkan di bulan Oktober 2015 nanti. “Kalau sekarang, bisa dikatakan masih musim nikah,” bebernya. (02-08/CE-V)   

HUT - RI

HUT -RI - 70

Hektaran Lahan Belukar Ludes Terbakar

Written by Super User Category: Artikel Last Updated: Friday, 28 August 2015 00:42 Hits: 2

Pagaralam - Hektaran areal semak belukar di jalan Negara Lahat - Pagaralam, tepatnya di daerah  Liku Endikat Kelurahanan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, ludes terbakar.

Selain diakibatkan cuaca panas dengan musim kemarau saat ini, juga diduga akibat putung rokok yang dibuang sembarang oleh mereka yang melintas di jalur Liku Endikat Antara Pagaralam - Lahat. Pantauan Pagaralam Pos, kemarin, dari kejauhan tampak kepulan asap tebal membubung tinggi.

Diungkapkan Adi (35) warga setempat, puluhan hektar semak belukar hangus terbakar. “Tidak tau dari mana sumber api berasal, secara tiba-tiba saja semak belukar sudah habis terbakar. Kebakaran ini cepat merayap, diperparah dengan terpaan angin berhembus kencang, membuat api cepat melahap areal semak yang masih ditumbuhi rumput ilalang,” terangnya.

Camat Dempo Selatan, Yusman Sohar SE MM mengungkapkan, untuk Dempo Selatan ada dua titik, yakni di Kelurahan Kance Diwe sekitar 1, 5 hektar semak belukar, dan cukup parah di Liku Endikat, Kelurahan Atung Bungsu. “Kedua lokasi ini sudah dilakukan penanggulangan bencana kebakaran oleh BPBD, dengan menerjunkan 2 unit mobil pemadam kebakaran,” ujarnya.

Berdasarkan laporan warga, kebakaran kemungkinan diakibatkan dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara yang lewat di daerah Jalan Lintas Lahat - Pagaralam. “Kita mengimbau kepada masyarakat dan pengendara untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di sepanjang jalan Nasional ini, terlebih di musim kemarau cukup kering ini,” imbaunya seraya mengatakan, kebakaran terjadi mulai dari pukul 11.00 WIB, kemarin.  

 

Terpisah, Kapolsek Dempo Selatan, AKP Herry Widodo SH yang terjun langsung ke lokasi kebakaran hutan tersebut, mengimbau kepada pengendara untuk tidak membuang puntung rokok sembarang. “Sekecil apapun api, akan mudah memicu kebakaran semak belukar. Kepada pemilik lahan kebun, agar tidak membakar hutan sembarangan,” tegasnya. (01-08/CE-V)