Rabu, 04 Maret 2015
Home Profil Daerah
PEMERINTAH KOTA PAGAR ALAM
Harga Beras Tembus Rp 11.000 Perkilogram 
* Masyarakat Harapkan Raskin PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ipi   
Senin, 16 Februari 2015 08:45

PAGARALAM- Musim hujan yang melanda Kota Pagaralam sepekan belakangan berdampak pada naiknya harga beras dipasar tradisional. Dimana, untuk beras cihireng yang biasa Rp 9.000 perkilogram naik menjadi Rp 11.000 perkilogram. Begitu juga dengan beras surya biasanya Rp9.500 menjadi Rp12.000 perkilogramnya.

Pantauan dilapangan menyebutkan, kenaikan harga beras ini membuat masyarakat Pagaralam mengeluh. Bagaimana tidak, dengan harga beras mencapai Rp 11.000-Rp 12.000 perkilogram tidak sebanding dengan pengasilan yang minim. Terlebih lagi, saat ini hasil pertanian dan perkebunan di Kota Pagaralam belum musim.

Ani (35) salah satu ibu rumah tangga mengatakan, saat ini harga kebutuhan naik salah satunya beras. Dimana, selama ini harga beras cihireng Rp 9.000 perkilogram naik menjadi Rp 10.000 perkilogram. Namun, saat ini harga beras kembali naik saat musim penghujan mencapai Rp 11.000 perkilogram. Sama halnya dengan beras surya mencapai Rp 12.000 perkilogram.

"Beras ini kebutuhan pokok sehari-hari. Untuk itulah, meskipun mahal terpaksa dibeli karena harus makan. Sementara, untuk sumber pangan lain belum ada," jelas dia.

Diharapkan, pihak terkait dapat meninjau alasan kenaikan harga beras ini. Jangan sampai masyarakat semakin sulit karena kenaikan bahan pangan.

Senada dikatakan Sari (45) saat ini sebagai petani kopi musiman kenaikan harga beras sangat menyulitkan. Berbeda dengan masih adanya penyaluran beras miskin (raskin) masih dapat makan dengan cara beras miskin dicampur beras bagus.

"Kami kesulitan membeli beras dengan harga Rp11.000-Rp12.000 perkilogram. Untuk itu, kami mengharapkan penyaluran beras miskin kembali dilakukan karena harganya terjangkau. Namun, kami cukup kecewa karena dari informasi yang kami terima bahwa penyaluran raskin dihapuskan," tuturnya.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 16 Februari 2015 08:48
Selengkapnya...
 
Pagaralam, Masuk Peringkat 9 Besar PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ipi   
Sabtu, 14 Februari 2015 08:51

PAGARALAM– Ketua Umum KONI Provinsi Sumsel, H. Muddai Madang, melalui Bidang Organisasi, Ishak Hasan SH mengaku, dalam penilaian peringkat yang dilaksanakan KONI Provinsi Sumsel, Kota Pagaralam berada di peringkat 9 pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumsel di Palembang tahun 2014 lalu.

“Pada PORPROV ke-9 lalu, Pagaralam masih berada di peringkat 9 besar. Untuk itu, pada penyelenggaraan PORPROV ke-10 yang dilaksanakan di Lubuk Linggau pada Mei 2015 mendatang, kita berharap atlet-atlet Pagaralam bisa masuk ke dalam 5 besar, jangan sampai kalah dengan kabupaten baru, dengan tetap menunjukkan prestasi yang meningkat,” jelas Ishak dimintai keterangan, usai menghadiri sosialisasi cabang olahraga unggulan dan pelantikan pengurus KONI Kecamatan dan rapat kerja KONI tahun 2015 di Balai Kota Pagaralam, kemarin.

Selain meningkatkan prestasi tambah Ishak, pihaknya berharap kepada para atlet-atlet dari Kota Pagaralam dapat berpartisipasi penuh dalam mengikuti seluruh cabang olahraga dan nomor-nomor yang akan dipertandingkan atau diperlombakan. Dan terpenting diharapkan upaya Kota Pagaralam dapat bersaing dengan kabupaten/kota lainnya, untuk menjadi yang terbaik di Provinsi ini.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 Februari 2015 08:54
Selengkapnya...
 
Wako Resmikan Dua Cabor Unggulan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ipi   
Sabtu, 14 Februari 2015 08:43

           PAGARALAM – Walikota Pagaralam, dr, Hj, Ida Fitriati MKes, meresmikan secara langsung dua cabang olahraga (Cabor) unggulan Pagaralam, yakni Wushu dan Atletik, yang telah memberikan kontribusi sangat positif, baik Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dan Provinsi Sumsel.

            “Dari 15 Cabor terdapat di Pagaralam, kita tekadkan untuk Cabor unggulan Pagaralam yakni Cabor Wushu serta Atletik, yang merupakan milik Pagaralam dan harus dipertahankan. Namun Cabor lainnya pun harus kita perhatikan, agar bisa menunjukkan prestasi yang lebih baik lagi,” jelas Ida saat membuka sosialisasi Cabor unggulan, pelantikan pengurus KONI kecamatan dan Rapat Kerja (Rakor) KONI Kota Pagaralam tahun 2015, bertempat di balai Kota Pagaralam, kemarin.

            Menurut Ida, dalam rangka menyukseskan visi misi Kota Pagaralam, saat ini diperlukan kerjasama yang kuat dan dukungan semua lapisan masyarakat, termasuk pula insan-insan olahraga yang ada di Kota Pagaralam, salahsatu misi Pemkot dan masyarakat Pagaralam ialah memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai, seperti gedung sport centre.

            “Pembangunan sport centre Kota Pagaralam dalam proses perencanaan pembangunan. Dengan pembangunan sport centre diharapkan visi KONI Kota Pagaralam, yakni mewujudkan atlet-atlet yang unggul dan berdaya saing, dapat terwujud. Karena, tanpa adanya sarana dan pra sarana olahraga yang memadai, maka prestasi akan sulit berkembang dan terwujud,” terangnya.

            Ida menambahkan, pemuda dengan pemerintah, pemuda dengan pembangunan adalah mitra strategis, mitra kritis sekaligus mitra setara, yang akan dapat bekerjasama dalam konteks mengawal pembangunan. KNPI yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat, tentu dapat merasakan denyut nadi masyarakat, sehingga tidak salah bila diingatkan, bahwa pemuda dan KONI serta seluruh jajarannya harus dapat bermitra dengan pemerintah.         

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 Februari 2015 08:46
Selengkapnya...
 
Cughup Buntak Gunung Dempo ‘Masih Perawan’ PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ipi   
Sabtu, 14 Februari 2015 08:48

           PAGARALAM- Seribu air terjun (Cughup) kian lengkap, dengan kembali ditemukannya air terjun yang diberi nama Cughup Buntak, yang diapit air terjun cughup Embun dan air terjun cughup Mangkok, Kelurahan Cughup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara, berjarak sekitar 10 km dari pusat Kota Pagaralam.

        Air terjun dengan tinggi sekitar 15 meter, dengan lebar aliran sekitar 3 meter, berada di kawasan hutan bambu, memiliki tiga lokasi pemandian menyusuri alur sungai berjarak sekitar 100 meter air terjun Curum Embun. Demikian pemantauan, kemarin.

         Pemilik lokasi air terjun, Djazuli Kuris mengatakan, air terjun Buntak baru beberapa hari ditemukan. Dengan ketinggian sekitar 15 meter, kebetulan berada di pinggir kebun kopi yang selama ini membelukar dan baru sekarang dibuka kembali.

          "Air terjun Buntak diapit dua air terjun yang sudah ditemukan sebelumnya, yaitu Cughup Embun dan Cughup Mangkok, termasuk air terjun Pemandian Putri, berada di kawasan lereng Gunung Dempo, dengan luas lahan sekitar 1 hektare," kata dia.

        Dikatakan, lokasi air terjun masih cukup alami, sekitar hutan bambu Cughup Jare dan untuk menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 10 menit menelusuri tebing yang masih berupa jalan tanah.

        "Kita sudah buat jalan dengan membuat anak tangga terbuat dari bambu, untuk sementara sebelum dibangun secara permanen," kata Djazuli seraya menambahkan, lebih menginginkan membuat kawasan wisata yang alami.

          Lanjutnya, semua kondisi alami akan tetap dipertahankan sesuai dengan kultur alam, seperti bebatuan, hutan bambu, termasuk pepohonan sekitar air terjun.

          Kemudian, kata Djazuli, tananan di lokasi ini akan diperkaya dengan buah-buahan yang berfungsi ganda, berupa pelindung dan dapat menghasilkan, termasuk tanaman kopi. 

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 Februari 2015 08:50
Selengkapnya...
 
Valentine, Tak Ada dalam Ajaran Islam PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ipi   
Sabtu, 14 Februari 2015 08:35

          PAGARALAM– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pagaralam, Ustad Masrur Aminullah, mengimbau kepada seluruh masyarakat muslim Kota Pagaralam untuk tidak merayakan hari Valentine yang jatuh tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Pasalnya, hal itu tidak ada dalam ajaran agama Islam.

            “Perayaan hari Valentine itu tidak pernah ada dalam ajaran Islam. Umat Islam, khususnya di Kota Pagaralam kita imbau untuk tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, karena memang dalam Islam tidak ada perayaan semacam ini,” tegas Masrur, dibincangi wartawan koran ini.

            Masrur menambahkan, umat Islam memang diwajibkan untuk saling mengasihi dan juga menyayangi semua makhluk, kapanpun dan di manapun, bahkan terhadap hewan sekalipun. Karena itu, tidak ada makna hari kasih sayang dan lainnya. Apalagi dengan munculnya penjualan cokelat berhadiah kondom. Hal ini jelas sangat mengarah pada hal yang tidak baik.

            “Kalau ada penjualan cokelat berhadiah kondom, jangan pernah untuk dibeli. Karena hal ini di daerah lain sudah ada, beli cokelat diberi hadiah kondom. Yang ada dalam Valentine Day itu kebanyakan mengandung mudharat, seperti mabuk-mabukan hingga menjurus pada sex bebas,” tambahnya.    

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 Februari 2015 08:42
Selengkapnya...
 

Lestarikan budaya

Berita Sumsel

Berita Sumsel

Bantuan satu Miliar Satu Desa Masih Sulit Diwujudkan
liza

PAGARALAM, MUARAENIM --- Akibat keterbatasan dana APBN 2015, janji Presiden [ ... ]


Guru Honor Digaji Rp 50 Ribu/bulan
liza

PAGARALAM, Empat Lawang – Nasib guru honorer di Empat Lawang cukup miris. [ ... ]


Artikel Lain

Artikel

Artikel

6 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tidur Siang
liza

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X [ ... ]


6 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tidur Siang
liza

Apakah anda termasuk orang yang jarang tidur siang? Jika ya, sebaiknya mula [ ... ]


Artikel Lain