Kapolres Pagaralam Wajibkan Polisi Gendut Lari Siang Hari

giat-lari-siang-di-polres-pagaralam_20160716_093404SRIPOKU.COM, PAGARALAM — Untuk menjaga tubuh menjadi sehat dan ideal, Kapolres Pagaralam, AKBP Pambudi mewajibkan semua anggota Polres Pagaralam yang bertubuh gendut untuk berolaharaga saat siang hari.

Kapolres mengajak anggota yang bermasalah dengan obesitas untuk lari bersama disekitaran Polres, setiap hari Jumat.

Pantauan Sripoku.com, Sabtu (16/7/2016), kegiatan lari siang tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres dan diikuti puluhan anggota Polres yang berbadan gendut. Namun bukan saja anggota yang gendut yang ikut lari tersebut, ada beberapa anggota Polisi Wanita (Polwan) yang ikut lari.

Sekian Kapolres Pagaralam tampak juga Wakapolres Kompol Ernawan SH yang diikuti perwira dan PNS Polres Pagaralam.

Kapolres Pagaralam, AKBP Pambudi SIk mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar para anggota Polres dapat memiliki tubuh yang sehat. Selain itu ini juga salah satu program dari Mabes Polri untuk upaya revolusi mental anggota Polri.

“Sebagai pelindung masyarakat polisi harus memiliki fisik yang kuat dan sehat. Jika badan gendut otomatis mempersulit gerak anggota itu sendiri. Jadi kita wajibkan anggota untuk lari siang agar badannya tidak terlalu gendut,” ujarnya.

Selain kegiatan lari siang, Kapolres juga rutin mengajak anggota Polres Pagaralam untuk ikut kegiatan bela diri yang digelar di Mapolres Pagaralam sendiri. Hal ini agar para anggota bisa membela diri saat berhadapan dengan para pelaku kriminal.

Minim Sosialisasi, Pedagang Belum Pindah – Wako Cek Lokasi PTM

INGATKAN PEDAGANG: Walikota Pagaralam Ida Fitriati ingatkan pedagang menggelar lapak di Pasar Terminal Nendagung, untuk segera pindah ke lokasi yang telah disediakan, kemarin.

INGATKAN PEDAGANG: Walikota Pagaralam Ida Fitriati ingatkan pedagang menggelar lapak di Pasar Terminal Nendagung, untuk segera pindah ke lokasi yang telah disediakan, kemarin.

Pagaralam – Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati MKes dibuat pusing lantaran masih ada pedagang yang belum pindah. Padahal, revitalisasi Pasar Sub Agrobisnis Terminal Nendagung, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, yang menjadi Pasar Tradisional Modern (PTM) akan berjalan Senin (1/9) mendatang.

Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati MKes mengatakan, diharapkan semua pedagang yang menempati lokasi pasar yang akan direhab untuk segera pindah. Apalagi, pihaknya telah menyediakan lokasi tepatnya disekeliling Pasar Besemah. “Pedagang masih belum pindah dan sangat kita sayangkan. Pedagang ini belum mengerti padahal pasar akan direhab lebih baik lagi,” kata Ida, disela-sela pengecekan lokasi PTM, kemarin.

Menurut Ida, dengan masih belum adanya pedagang yang pindah, diharapkan SKPD terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan PP untuk bergerak cepat. Ketika revitalisasi berjalan jangan sampai ada pedagang yang belum pindah. “Jika lamban pindah jelas pedagang tidak akan mendapatkan lokasi strategis yang telah disediakan. Apalagi, lokasi tersebut tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis,” tegas Ida.

Sementara, Kepala Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam Rahmad Madroh SSos MM menuturkan, pedagang jangan terpancing isu yang tidak-tidak, seperti biaya sewa ditempat sementara. Sebab, lapak itu pihaknya sediakan gratis, bagi pedagang yang kiosnya direvitalisasi.

“Kita mendapatkan informasi dari pedagang ada biaya sewa Rp.1 juta. Setelah kita tanya langsung kata pedagang itu, hanya dengar kabar dari orang lain. Untuk itu, kiranya pedagang harus segera pindah kelapak yang disediakan sementara atau di Pasar Besemah,” ungkap Rahmad.

Dibeberkannya, revitalisasi PTM ini akan berlangsung selama empat bulan. Jadi, pedagang tidak akan lama berjualan dilapak sementara. “Untuk itulah, diharapkan pedagang mendukung upaya revitalisasi ini,” ajaknya. (09/08)

Ditarget Memakan Waktu 4 Bulan Bangun PTM Terminal Nendagung

TINJAU PASAR: Walikota Pagaralam Ida Fitriati beserta jajaran Disperindagkop UKM dan PP, meninjau langsung kawasan Pasar Terminal Nendagung yang akan dijadikan PTM, kemarin.

TINJAU PASAR: Walikota Pagaralam Ida Fitriati beserta jajaran Disperindagkop UKM dan PP, meninjau langsung kawasan Pasar Terminal Nendagung yang akan dijadikan PTM, kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Keinginan masyarakat akan pusat perbelanjaaan, yang nyaman, aman dan sejuk berupa Pasar Tradisional Modren (PTM), untuk membeli kebutuhan pokok maupun keperluan lain akan segera terwujud. Pasalnya, proses tender untuk pengerjaan sudah selesai, kini pembangunan kawasan Pasar Termninal Nendagung, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan mulai memasuki tahap pengerjaan.

Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati MKes menegaskan, kepada seluruh jajaran UPTD Pasar dan Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam, agar telebih dahulu dapat memastikan para pedagang, yang menggelar dagangan dikawasan Pasar Terminal Nendagung, untuk segera pindah menempati lapak yang telah disediakan.

“Kita minta pastikan dahulu pedagang untuk pindah, baru kemudian pengerjaan PTM bisa dimulai, kalau sudah kosong betul lokasi lapak pedagang, tentu bisa langsung bergerak pengerjaan PTM ini. Makanya, kita perintahkan UPTD Pasar dan Disperindagkop Kota Pagaralam, untuk dapat membuat plang imbauan, pedagang harap segera pindah dan menempati lapak yang disediakan secara gratis,” seru Ida di sela peninjauan titik nol pembangunan PTM Nendagung, kemarin.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam, Rahmad Madroh SSos MM melalui Kabid Perdagangan, Rano Pahlezi menerangkan, setelah penandantangan kontrak untuk revitalisasi Pasar Terminal Nendagung dan Pasar Dempo Permai selesai. Selanjutnya, diteruskan dengan titik nol pengerjaan yang dilaksanakan Jum’at (28/8).

“Setelah titik nol selesai, kita langsung mengadakan pemagaran lokasi, pembokaran bangunan yang masuk kawasan PTM, sementara untuk pengerjaan PTM dilaksanakan PT Agung Karya Reka Lestari, dengan nilai kontrak Rp.5,6 M dan memakan waktu pengerjaan 4 bulan,” beber Rano.

Mengenai luas area pembangunan kawasan PTM, lanjut Rano, luas bangunan inti 30×50 meter, dengan fasilitas bagian depan pasar lokasi bongkar muat barang, tempat ruang terbuka hijau, akses keliling jalan pasar yang bagus dan juga Kantor UPTD Pasar. “Untuk sosialisasi pengerjaan PTM, kita sudah gencar berikan kepada para pedagang, terutama yang menggelar lapak di bagian dalam Pasar Terminal Nendagung, sebagian besar pedagang bahkan sudah mengetahui rencana ini. Dan awal September 2015 pelaksana sudah mulai melakukan pembangunan PTM,” tandasnya.

Sementara Wati pedagang sayur di Pasar Terminal Nendagung mengaku, sangat mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, untuk pembangunan PTM di kawasan Pasar Terminal Nendagung, bahkan dirinya siap pindah menempati lapak yang disedikan, dengan catatan tidak dipungut biaya. “Kita siap pindah ke lokasi yang telah ditetapkan, asalkan gratis tidak ada pungutan biaya, karena kalau mau sewa kami sangat keberatan,” ungkapnya. (09/08)

Wako Hadiri Peringatan HAM se-Dunia di Istana Presiden

18cb4412b3fd96d4c2c15944894f7ea5_LPAGARALAM POS, Jakarta – Pemerintah Pusat melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia kembali memberikan apresiasi dengan menganugerahkan penghargaan kepada Pemerintah Kota Pagaralam, atas upaya membina dan mengembangkan Kota Pagaralam menjadi kota peduli Hak Asasi Manusia.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly kepada Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Mkes di Gedung Graha Pengayoman Kantor Kementrian Hukum dan HAM beralamat Jalan HR Rasuna Said Kuningan Setia Budi, Jakarta Selatan. Acara dihadiri Gubernur,  Bupati/Walikota Se-Indonesia, jajaran Pemerintah Kota Pagaralam, Kabag Hukum Pemkot Pagaralam Sudirman SH, Kasubag Protokol dan Perjalanan Dinas Beta Agusta SSTP, MAP

Sebelumnya saat yang bersamaan, Walikota Pagaralam memenuhi undangan Presiden RI Jokowi di Istana Kepresidenan menghadiri peringatan hari HAM sedunia Jumat (11/12). Dalam sambutannya Presiden RI H Jokowi mengatakan, pada peringatan hari HAM sedunia ini, saya ingin tegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung semua usaha pemenuhan hak asasi manusia di tanah air. “Kita tidak boleh mundur dalam penegakan HAM, bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki tingkat peradaban yang luhur,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Mkes mengungkapkan rasa syukur atas penganugrahan yang diberikan presiden RI dalam upaya peduli  Hukum dan HAM di Kota Pagaralam. Penghargaan ini menjadi arti penting dimana saling menghargai sesama umat manusia merupakan sebuah keharusan dalam bernegara dimana manusia sebagai mahluk sosial.

Perlu diketahui penerima penghargaan ada sebanyak 168 daerah diantaranya 16 provinsi dan sisanya Kota/Kabupaten sedangkan di Sumsel hanya ada lima daerah yang menerima penghargaan dari mentri Hukum dan HAM diantaranya, Kota Pagaralam, Palembang, OKU, Ogan Ilir dan Prabumulih.

Sementara itu hari ini (Senin (14/12) kembali Pemerintah Pusat memberikan apresiasi Pemerintah Kota Pagaralam dengan mengundang Walikota Pagaralam Dr Hj Ida Fitriati Mkes ke Istana kepresidenan menerima anugerah daerah berprestasi penerima dana insentif daerah (DID) tahun anggaran 2016 serta penyerahan daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) dari Presiden RI H Jokowi. Hanya ada sebanyak 66 daerah se Indonesia penerima DID di Sumsel hanya tiga daerah Kota Pagaralam, OKI dan Lahat.